
George Zhao mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO Honor. Informasi ini diungkapkan tak lama setelah perusahaan mengumumkan akan kembali ke pasar Indonesia.
Dalam pengumumannya, Honor menjelaskan alasan Zhao resign karena urusan pribadi. Menurut Zhao, dia mengundurkan diri karena alasan kesehatan, ingin istirahat, memulihkan diri, dan menghabiskan banyak waktu untuk keluarganya.
Zhao mengakui meninggalkan Honor jadi keputusan tersulit yang dibuatnya.
Jian Li yang sebelumnya menduduki posisi manajemen senior akan menjadi CEO berikutnya. Dia akan bertugas memperluas kehadiran dan merek tersebut lebih dikenal di luar China.
“Perusahaan dan dewan direksi menghargai kontribusi luar biasa Zhao bagi perusahaan selama masa jabatannya,” kata Honor dikutip dari CNBC Internasional, Senin (20/1/2025).
Honor diketahui pernah berada di bawah Huawei, sebelum akhirnya dipisahkan pada 2020. Upaya itu sebagai cara menghindari sanksi Amerika Serikat (AS) yang telah melumpuhkan bisnis Huawei.
Honor Comeback ke RI
Belum lama ini, Honor juga mengumumkan akan kembali ke pasar Indonesia. Ini dilakukannya setelah pergi selama 6 tahun dari tanah air.
Merek tersebut pernah berada di Indonesia selama setahun sebelum hengkang pada 2019. President of Honor South Pacific Justin Li menjelaskan Indonesia masuk pasar yang dijajaki karena salah satu dari sedikit pasar berskala besar yang belum dimasuki perusahaanya.
Li mengatakan Indonesia adalah ekonomi terbesar yang ada di Asia Tenggara, tengah berkembang dengan kelas menengah baru yang besar.
“Kami percaya bahwa laju perkembangan Indonesia akan semakin meningkat dalam lima tahun ke depan, dan pertumbuhan kelas menengah jangka panjang juga akan mendorong permintaan akan ponsel kelas menengah ke atas untuk meningkat dalam lima tahun ke depan,” kata Justin Li kepada CNBC Indonesia.