PIS Tanam Pohon dan Pasang PLTS di SMPN 2 Cilegon

Dok Pertamina International Shipping

PT Pertamina International Shipping (PIS) melalui anak usaha PT Pertamina Energy Terminal (PET)-LPG Terminal Tanjung Sekong, menggelar program Sekolah Energi Berdikari (SEB) di SMP Negeri 2 Cilegon dan mengusung tema Energizing Sustainable Community. Peluncuran program SEB ini diisi dengan gerakan menanam pohon hingga pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas panel surya 3,3 KWp dan kapasitas baterai sebesar 5 kWh yang akan dimanfaatkan sebagai energi listrik pada laboratorium fisika.

Manager CSR PT Pertamina (Persero) Dian Hapsari Firasati mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari program SEB diinisiasi Pertamina sejak Juni 2023.

“Tahun 2024, SEB berhasil dijalankan di 11 Sekolah Energi Berdikari dan mengedukasi 5.135 siswa mengenal energi bersih. Pertamina juga melakukan instalasi PLTS sebesar 33 kWp, dan menurunkan reduksi emisi karbon sebesar 42 ton CO2eq per tahunnya,” ungkap Dian dikutip Jumat (17/1/2025).

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Cilegon Nurhayati juga menyambut positif kegiatan SEB.

“Dengan adanya bantuan PLTS dari Pertamina ini akan memberikan dampak positif bagi siswa-siswi di sekolah kami yang memang sudah lama berinteraksi dengan kegiatan berbasis lingkungan. Adanya PLTS dapat memberikan wawasan baru kepada para siswa mengenai energi baru dan terbarukan,” ujar Nurhayati.

Sependapat dengan Nurhayati, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon Heni Anita Susila juga mengapresiasi langkah dari Pertamina ini.

“Ini merupakan langkah dari Pertamina dalam mendukung energi bersih melalui edukasi pendidikan serta turut membuktikan capaian SMP Negeri 2 Cilegon sebagai ASEAN Eco School yang dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah di wilayah kami,” sambut Heni.

SEB adalah program dengan sasaran penerima manfaat ke Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas sederajat berbasis lingkungan (Sekolah Adiwiyata). SEB merupakan pengembangan dari Program TJSL Desa Energi Berdikari, guna memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai karakter peduli terhadap lingkungan serta pengenalan terhadap Energi Baru dan Terbarukan (EBT), sebagai mitigasi terhadap perubahan iklim dan upaya mendukung target pemerintah dalam program transisi energi serta pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada 2060.

Kegiatan ini bertujuan mendorong kecintaan terhadap energi lebih ramah lingkungan di usia muda, sebagai wujud upaya Pertamina Group dalam mendorong kemandirian dalam pemanfaatan energi dan ekonomi hijau, serta memperkuat pembangunan pendidikan dan peran pemuda sesuai dengan Asta Cita. Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan poin 4 (pendidikan berkualitas), poin 7 (energi bersih dan terjangkau), dan poin 13 (penanganan perubahan iklim), serta sebagai implementasi komitmen Environmental, Social and Governance.

Gunung Padang Disebut Piramida Tertua di Dunia, Asing Protes

Gunung Padang. (Dok. gnpadang)

Penelitian di jurnal ‘Archaelogical Prospection’ membuat geger dunia sains. Pasalnya, disebutkan Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, merupakan struktur buatan manusia yang dibangun 25.000 tahun lalu.

Dengan keyakinan itu, bisa dibilang Gunung Padang merupakan ‘piramida’ tertua di dunia. Bahkan, para peneliti mengatakan aktivitas pembangunan struktur sudah ada sejak periode agrikultur belum ditemukan.

Menurut mereka, Gunung Padang merupakan contoh campuran pembangunan manusia dan fenomena alam. Strukturnya dibangun sejak 25.000-14.000 tahun lalu hingga menciptakan bentuk seperti sekarang.

Namun, reaksi para arkeolog beragam. Ada yang percaya dengan kesimpulan tersebut, tetapi tak jarang yang menentangnya.

Salah satu yang skeptis adalah arkeolog asal Cardiff University, Flint Dibble. Ia mengatakan penelitian di jurnal ‘Archaelogical Prospection’ menggunakan data valid, tetapi kesimpulannya tak tepat.

Misalnya, tim peneliti menggunakan penanggalan karbon dan mengklaim “penanggalan tanah organik dari struktur menemukan beberapa tahap konstruksi sejak ribuan tahun SM, dengan fase awal berasal dari era Palaeolitik”.

Menurut mereka, sampel tanah dari sekitar bagian gundukan yang mereka anggap sebagai bagian tertua dari “konstruksi” tersebut berasal dari 27.000 tahun yang lalu.

Meskipun hal ini mungkin benar, para arkeolog lebih lanjut menunjukkan kepada Nature bahwa sampel tanah ini tidak menunjukkan tanda-tanda yang mengindikasikan aktivitas manusia. Intinya, tanpa adanya tanda-tanda aktivitas manusia yang lebih meyakinkan di sekitarnya, bukti yang ada hanyalah tanah yang sangat tua.

Kekhawatiran inilah yang mengarah pada penyelidikan dan pencabutan penelitian oleh Archaeological Prospection.

“Penerbit dan editor telah menyelidiki kekhawatiran ini dan menyimpulkan penelitian tersebut memiliki eror yang besar,” kata jurnal tersebut dalam pemberitahuan pencaputan penelitian, dikutip dari IFL Science, Kamis (16/1/2025).

“Kesalahan ini tidak teridentifikasi selama proses peer review, yakni terkait penanggalan radiokarbon yang diterapkan pada sampel tanah yang tidak terkait dengan artefak atau fitur apa pun yang dapat ditafsirkan sebagai antropogenik atau ‘buatan manusia’. Oleh karena itu, penafsiran bahwa situs tersebut adalah piramida kuno yang dibangun 9.000 tahun lalu atau lebih adalah tidak benar, dan artikel tersebut harus ditarik kembali,” begitu penjelasan jurnal ‘Archaelogical Prospection’.

Menanggapi hal ini, tim peneliti yang menyusun laporan itu menyebutnya tak adil. Mereka dengan tegas mengatakan Gunung Padang adalah struktur buatan manusia atau fitur arkeologi, bukan formasi geologi Bumi.

“Lapisan ini disertai dengan banyak artefak kecil yang dapat dibawa-bawa, memberikan bukti nyata asal usul antropogeniknya,” kata tim peneliti melalui unggahan di Facebook.

Penjelasan sementara terkait artefak tersebut adalah strukturnya terbentuk dari formasi geologis. Tentunya, hal ini bisa terbukti salah jika ada bukti yang lebih kuat.

“Ketika banyak material menggelinding ke bawah menuruni bukit, rata-rata akan menyesuaikan diri dan bentuk,” kata Dibble.

Genjot Bisnis Hard Drives, Toshiba Tunjuk Distributor Baru di RI

toshiba

Toshiba Electronic Components Taiwan Corporation (Toshiba) bersama Dynabook Singapore menunjuk PT. Astrindo Starvision sebagai distributor pemasaran baru yang juga mencakup layanan after-sales services untuk produk Hard Drives Internal Toshiba di Indonesia.

“Sebagai distributor untuk lini produk Toshiba Internal Hard Drives di Indonesia kami yakin dapat berkontribusi signifikan dalam meningkatkan jangkauan pasar Toshiba Internal Hard Drives,” ujar Erwin Yovitanto, selaku Direktur Sales & Marketing PT. Astrindo Starvision, Rabu (15/1/2025).

Sementara itu, Presiden Divisi, Storage Products Division, Toshiba Electronic Components Taiwan Corporation, Noriaki Katakura mengatakan pemilihan PT. Astrindo Starvision karena memiliki jaringan yang luas di pasar Indonesia sehingga menjadikan mereka sebagai partner yang ideal untuk Toshiba

Sebelumnya, perusahaan teknologi asal Jepang Toshiba mengatakan bahwa pihaknya akan memecah perusahaan menjadi tiga bagian pada akhir tahun fiskal 2023. Masing-masing perusahaan akan berfokus pada bisnis infrastruktur, perangkat, dan semikonduktor. Nama-nama perusahaan baru akan diumumkan untuk selanjutnya.

Pemecahan bisnis disebut bertujuan untuk menenangkan pemegang saham yang tidak puas atas kinerja Toshiba untuk meningkatkan pertumbuhan dan nilai perusahaan. Bisnis yang fokus kepada tenaga nuklir, tenaga panas, dan energi terbarukan akan masuk ke unit infrastruktur dengan proyeksi penjualan lebih dari 2 triliun yen pada 2023.

Untuk unit kedua, yakni unit perangkat, akan fokus pada bisnis hard disk drive dan semikonduktor untuk perangkat listrik dengan menargetkan penjualan hingga 880 miliar yen. Sementara itu, Toshiba tetap pada rencananya untuk menjual sebagian saham di Kioxia dan memberikan hasilnya kepada pemegang saham.

Neraca Dagang RI Diramal Surplus 56 Bulan Beruntun, Tapi Mulai Ciut

Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (26/9/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Neraca perdagangan diproyeksi masih berada di zona surplus periode Desember 2024. Surplus kali ini diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.

Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data neraca perdagangan Indonesia periode Desember 2024 pada Rabu (15/1/2025).

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia dari 10 lembaga memperkirakan surplus neraca perdagangan pada Desember 2024 akan mencapai US$3,55 miliar.

Surplus tersebut lebih rendah dibandingkan November 2024 yang mencapai US$4,42 miliar. Jika neraca perdagangan kembali mencetak surplus maka Indonesia sudah membukukan surplus selama 56 bulan beruntun sejak Mei 2020.

Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI), Kurniawati Yuli Ashari menyampaikan bahwa harga batu bara cenderung mengalami penurunan. Apalagi batu bara merupakan komoditas utama ekspor Indonesia.

Dilansir dari Refinitiv, harga batu bara secara bulanan pada Desember 2024 mengalami depresiasi sebesar 7,57% yakni dari US$137,4 per ton menjadi US$127 per ton.

Jika dilihat secara bulanan, penurunan harga batu bara Desember 2024 juga merupakan yang terparah sejak Januari 2024 atau hampir satu tahun terakhir.

Semakin rendahnya harga batu bara ini membuat surplus neraca perdagangan Indonesia berpotensi mengalami penurunan mengingat porsi batu bara sebesar 11,53% (pada November 2024) dan merupakan komoditas unggulan jika dibandingkan besi dan baja maupun Crude Palm Oil/CPO dan turunannya.

Hal ini semakin diperparah setelah data dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Caixin China menunjukkan terjadi penurunan pada periode Desember 2024.

Sebagai informasi, PMI Manufaktur HSBC China adalah indikator komposit yang dirancang untuk memberi pandangan menyeluruh mengenai aktivitas sektor manufaktur dan berfungsi sebagai indikator penting mengenai ekonomi keseluruhan.

Nilai indeks di bawah 50 mengindikasikan bahwa ekonomi manufaktur menurun, sedangkan nilai indeks di atas 50 mengindikasikan ekspansi sektor manufaktur.

Per Desember 2024, angka PMI Manufaktur China sebesar 50,5. Posisi ini lebih rendah dibandingkan periode November 2024 yang sebesar 51,5.

Hal ini juga disampaikan oleh Kurniawati bahwa turunnya ekspor Indonesia diakibatkan karena turunnya PMI manufaktur China sebagai mitra dagang utama Indonesia.

RI Sangat Bergantung Pada Batu Bara

Ketergantungan Indonesia pada batu bara dalam komposisi neraca perdagangan terlihat dalam realisasi ekspor batu bara di 2024 yang tercatat cukup besar yakni 436,32 juta ton.

Kendati terlihat cukup besar, namun angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan target ekspor batu bara di 2024 yang sebesar 490 juta ton.

Target Desember 2024, Nasib Honorer Belum Selesai Hingga Sekarang

Infografis, Catat Link, Cara Login & Jadwal CASN 2023

Undang-undang telah menetapkan penataan non ASN atau honorer harus selesai maksimal Desember 2024. Hingga sekarang penataan ternyata belum juga rampung.

Ketetapan tersebut diatur pada pasal 66 UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dikutip CNBC Indonesia, Senin (13/1/2025)

“Pasal 66 Pegawai non-ASN atau nama lainnya wajib diselesaikan penataannya paling lambat Desember 2024 dan sejak Undang-Undang ini mulai berlaku Instansi Pemerintah dilarang mengangkat pegawai non-ASN atau nama lainnya selain Pegawai ASN,” tulis pasal tersebut.

Penataan yang dimaksud termasuk verifikasi, validasi, dan pengangkatan oleh lembaga yang berwenang. Ini berarti pemerintah tidak lagi mengangkat atau mempekerjakan individu dengan skema honorer.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN), kurang lebih 1,7 juta non-ASN yang harus dilakukan penataan. Kurang lebih 1,3 juta non-ASN yang diproyeksikan akan terserap menjadi PPPK dari hasil seleksi tahap I.

Kini tersisa sekitar 400 ribu tenaga non-ASN mendaftar dan mengikuti seleksi PPPK Tahap II. Pemerintah kembali memperpanjang pendaftaran hingga 15 Januari 2025 untuk memperluas kesempatan Tenaga Non ASN untuk mendaftar dan mengikuti seleksi tahap 2.

“Saya meminta kepada seluruh kepala daerah untuk memetakan dan mengonfirmasi data 443.712 tenaga non-ASN sebagai dasar untuk pendaftaran dan seleksi tenaga Non-ASN pada seleksi tahap II,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dalam situs resmi.

Dalam proses penyelesaian penataan tenaga non-ASN, Kementerian PANRB telah mengeluarkan dua kebijakan penting. Pertama, Keputusan Menteri PANRB No. 634/2024, yang subtansinya mengatur tentang kriteria pelamar seleksi PPPK bagi non-ASN yang terdata pada database BKN, jenis jabatan yang akan dilamar, serta penyesuaian usulan kebutuhan PPPK.

Kebijakan kedua, yakni Surat Menteri PANRB Nomor B/5993/M.SM.01.00/2024. “Substansi surat itu mengimbau agar pejabat pembina kepegawaian menganggarkan gaji bagi tenaga non-ASN yang sedang mengikuti proses seleksi hingga pengangkatan,” jelas Rini.

Surat itu juga berisi apabila jumlah tenaga non-ASN yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi melebihi jumlah penetapan kebutuhan, pegawai non-ASN dapat diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu, sehingga anggaran PPPK Paruh Waktu tersebut tetap disediakan.

“Pemerintah bersama DPR RI sudah berkomitmen menyelesaikan penataan tenaga non-ASN yang sudah terdata dalam database BKN. Seleksi PPPK tahap II ini harus dimaksimalkan sebaik mungkin,” pungkas Rini.

Kenali Modus Terbaru Penipu Kuras Rekening Pakai QR Code

qr code

QR code atau kode QR (quick response) kini telah menjadi alat pembayaran yang populer di kalangan masyarakat. Mayoritas pemakai QR adalah orang yang enggan membawa uang tunai atau cashless.

Namun di balik kemudahannya, ternyata ada bahaya di balik penggunaan QR. Awal tahun lalu perusahaan energi besar AS telah menjadi target penipuan kode QR.

Analis keamanan memperingatkan bahwa quishing sedang mengalami peningkatan. Quishing adalah penggabungan kode QR dan phishing, di mana pelaku kejahatan “memancing” untuk mendapatkan informasi pribadi dan detail pribadi.

Cara Kerja Peretasan Kode QR

Saat ini kita sudah familiar dengan kode QR, kotak kotak hitam-putih yang berfungsi sebagai semacam hieroglif yang dapat diterjemahkan oleh kamera HP atau perangkat lain.

Seringkali, kode QR diterjemahkan ke dalam URL situs web, namun kode tersebut juga dapat menunjuk ke pesan teks biasa, daftar aplikasi, alamat peta, dan sebagainya.

Di sinilah akal-akalan para penjahat siber, kode QR diarahkan menunjuk situs web palsu, dan orang sulit untuk mendeteksi situs apa yang akan dikunjungi sebelum membuka web tersebut.

Ditambah lagi, kode QR bisa dibuat oleh siapa saja dan tidak membutuhkan keahlian khusus. Karena itu sangat mudah bagi para hacker membuat kode QR yang mengarah ke situs web untuk tujuan jahat.

Mengutip Wired, sama seperti phishing, quishing juga akan mengelabuhi seseorang agar mengunduh sesuatu yang membahayakan keamanan akun atau perangkat.

Para pelaku membuat pengguna memasukkan beberapa kredensial login yang kemudian akan diteruskan langsung ke peretas. Cara ini kemungkinan besar menggunakan situs spoof yang dibuat agar terlihat asli dan dapat dipercaya.

Untuk menghindari modus peretasan ini, jangan percaya kode QR yang dipasang di tempat umum atau diberi oleh orang jika tidak jelas dari mana asalnya.

Penipuan biasanya mencoba menyiratkan rasa urgensi dan kekhawatiran, seperti menyertakan pernyataan “Pindai kode QR ini untuk memverifikasi identitas Anda atau mencegah penghapusan akun Anda”.

Jangan lupa aktifkan autentikasi dua faktor untuk setiap akun, dan keluar dari perangkat yang sudah tidak Anda gunakan lagi.

Jadi Primadona, RI Siap Mencicipi Peluang Manis Industri Mangga 2025

Ilustrasi buah mangga (Freepik)

Industri mangga dunia menghadapi 2025 dengan berbagai tantangan, mulai dari krisis air hingga perubahan iklim. Tantangan ini menuntut adaptasi dan inovasi di sektor produksi, termasuk penguatan tren organik yang semakin diminati konsumen global.

Menariknya, mangga segar siap saji juga menjadi primadona, menunjukkan perubahan preferensi konsumen terhadap produk yang lebih praktis dan mudah dikonsumsi.

Di Indonesia, produksi mangga selama lima tahun terakhir menunjukkan tren yang relatif stabil dengan sedikit peningkatan. Berdasarkan data BPS, produksi mangga Indonesia pada 2023 mencapai 3,3 juta ton, mendekati angka produksi tertinggi sepanjang periode 2019-2023.

Dengan posisi Indonesia yang tercatat oleh world population review sebagai produsen mangga terbesar kedua di dunia setelah India, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat ekspor, terutama ke pasar premium seperti Eropa dan Jepang.

Diversifikasi pasar menjadi strategi utama pelaku industri mangga di tengah persaingan global. Amerika Serikat tetap menjadi pasar utama, namun perhatian kini juga tertuju pada potensi pasar China, Eropa, Jepang, dan Timur Tengah.

Untuk eksportir mangga Meksiko, misalnya, membuka akses ke China dianggap sebagai peluang besar untuk meningkatkan daya saing. Sementara itu, Indonesia dapat memanfaatkan kedekatan geografis dengan negara-negara Asia Timur seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura guna memperluas pasar.

Pasar mangga global juga terus dipengaruhi oleh keberhasilan promosi. National Mango Board (NMB) di Amerika Serikat menjadi contoh bagaimana upaya komunikasi dan pemasaran yang terstruktur dapat meningkatkan konsumsi mangga. Bagi Indonesia, belajar dari NMB akan sangat strategis untuk memaksimalkan potensi pasar baru.

Aspek penting lain dalam industri mangga adalah distribusi komersial. Kemitraan strategis dengan jaringan distribusi besar di pasar Eropa dan Asia menjadi prioritas untuk memperkuat kehadiran produk mangga. Selain itu, adopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok dapat menjadi pembeda di pasar global yang kompetitif. Produksi organik, misalnya, membuka peluang bagi Indonesia untuk menembus pasar dengan preferensi tinggi terhadap produk berkelanjutan.

Meski menghadapi tantangan perubahan iklim, pelaku industri mangga di Indonesia dan dunia memiliki peluang besar untuk terus tumbuh. Dengan strategi yang tepat, termasuk diversifikasi pasar, inovasi dalam distribusi, serta promosi berkelanjutan, mangga akan tetap menjadi komoditas unggulan yang menjanjikan di pasar internasional.

Badai PHK Menggila, Tak Capai Target Langsung Dipecat

Microsoft. (REUTERS/Gonzalo Fuentes//File Photo)

Badai PHK masih terus mengguncang industri teknologi. Terbaru, Microsoft kembali memangkas karyawan di berbagai departemen.

Pada awal 2024, Microsoft sudah merumahkan 1.900 karyawan. PHK massal Microsoft juga terjadi pada 2023, ketika raksasa software itu mengumumkan pemberhentian 10.000 karyawan.

Berbeda dari PHK sebelumnya, kali ini Microsoft menegaskan perusahaan memilih karyawan yang diberhentikan berdasarkan kinerja.

“Di Microsoft, kami fokus pada talenta yang memiliki performa tinggi,” kata juru bicara Microsoft melalui email kepada CNBC International, dikutip Jumat (10/1/2025).

Kami selalu membantu karyawan untuk belajar dan bertumbuh. Ketika karyawan tidak menunjukkan kinerjanya, kami mengambil tindakan yang tepat,” ia menambahkan.

PHK ini akan berdampak ke kurang dari 1% karyawan Microsoft, menurut sumber yang familiar dengan rencana tersebut.

Microsoft memiliki 228.000 karyawan terhitung per akhir Juni 2024 lalu. Meski margin penghasilan perusahaan hampir 38% dan mendekati rekor tertingginya sejak awal 2000-an, namun kinerja saham Microsoft tidak secerah perusahaan lain pada tahun lalu.

Saham Microsoft naik 12% sepanjang 2024, namun Nasdaq naik mencapai 29%.

Di awal 2025, hubungan Microsoft dengan OpenAI dilaporkan merenggang. Microsoft membekingi raksasa kecerdasan buatan (AI) di balik layanan populer ChatGPT tersebut dengan pendanaan lebih dari US$13 miliar.

Kemitraan itu membantu kapitalisasi pasar Microsoft meningkat dan melewati US$3 triliun pada tahun lalu.

Kendati demikian, pada pertengahan tahun lalu, Microsoft menambahkan OpenAI dalam daftar kompetitornya. CEO Microsoft Nadella menggunakan frasa “ketegangan kerja sama” saat mendiskusikan hubungannya dengan OpenAI dalam sebuah podcast yang dirilis bulan lalu.

Emiten Kertas Milik Sinarmas Tutup Bisnis di British Virgin Island

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), emiten kertas milik Sinarmas Group menutup anak perusahaan atas nama TK Import & Export Limited yang berlokasi di British Virgin Islands.

Hal itu seiring dengan TKIM yang telah menerima informasi dari registered agent di British Virgin Islands pada tanggal 7 Januari 2025 mengenai penutupan TK Import & Export Limited.

“Penutupan anak perusahaan Perseroan ini tidak memiliki dampak signifikan terhadap kondisi Perseroan,” demikian tulis manajemen, mengutip keterbukaan informasi, Kamis (9/1/2024).

Sebagai informasi, TKIM merupakan entitas milik Sinarmas melalui PT APP Purinusa Ekapersada. Per 31 Desember 2024, APP Purinusa menggenggam 59,67% saham TKIM. Lalu sisanya merupakan saham publik. 

Sementara itu, pada perdagangan hari ini, Kamis (9/1/2024), saham TKIM ditutup melemah 0,4% ke level 5.925. Hal ini melanjutkan tren penurunan yang telah terjadi sejak pertengahan tahun ini. 

Tok! Devisa Hasil Ekspor Bakal Wajib Parkir di RI Minimal 1 Tahun

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Paket Stimulus Ekonomi untuk Kesejahteraan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman))

Pemerintah resmi akan merombak ketentuan devisa hasil ekspor (DHE) pada tahun ini, dari yang selama ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023.

Salah satu perombakan yang dilakukan ialah terkait jangka waktu kewajiban penempatan dana hasil ekspor di sistem keuangan dalam negeri minimal selama 1 tahun, dari yang sebelumnya 3 bulan.

Pemerintah resmi akan merombak ketentuan devisa hasil ekspor (DHE) pada tahun ini, dari yang selama ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023.

Salah satu perombakan yang dilakukan ialah terkait jangka waktu kewajiban penempatan dana hasil ekspor di sistem keuangan dalam negeri minimal selama 1 tahun, dari yang sebelumnya 3 bulan.

Opsi yang semula muncul ialah mewajibkan eksportir menempatkan DHE nya di rekening dalam negeri selama enam bulan, namun Airlangga menegaskan opsi yang dipilih minimal setahun.

“Jadi DHE tidak 6 bulan, lebih panjang,” ungkap Airlangga.

Pertimbangan pemerintah untuk semakin memperpanjang kewajiban penempatan devisa hasil ekspor barang-barang pengolah dan penambang hasil sumber daya alam (SDA) itu ialah untuk memperkuat stok valas di dalam negeri.

“Ya pertimbangannya kita berharap memperkuat devisa kita,” tutur Airlangga.

Ia memastikan, peraturan revisi PP 36/2023 ini akan rampung sebentar lagi. Namun, ia belum bisa mengungkap tanggal pasti pengumumannya ke publik karena masih dalam tahap pembahasan. “Aturannya sebentar lagi,” ucap Airlangga.